Kami belajar, kami beribadah. Kami belajar untuk ibadah.

Halaman

Senin, 17 Desember 2012

Here We Study : Poetry


Karangan bunga

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu- malu
Datang ke Salemba
Sore itu

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Bagai kakak, yang ditembak mati
tadi pagi

Here We Study : Poetry

D'Last Iman

Cawan yang rapuh sudah
Kini menyita berjuta kenangan
Betapa semua terjalin secara nyata
Dalam bingkai rajut harapan

Di dalamnya terbesit senyuman
Ada canda, tawa dan duka
Memenuhi takar mimpi sang pengelana
Simpan siul sejuta peringan

Bersama membangun sebuah asa
Bergandengan tangan
Menyadap berjuta masalah
Dengan berbekal taqwa dan iman
Menampakkan kilat kemilau wajahnya
Menduplikasi wajah kenangan
Menjadi sesuatu yang lebih berada....

D’Last Iman : Here We study, Here We Unite, Here We Succeed

Kelas dapat dikatakan sebagai rumah ke dua bagi siswa-siswi di sekolah bertaraf Internasional seperti sekolah tercinta ini, yakni SMA Negeri 2 Kota Mojokerto. Mengapa? Karena hampir seharian kita berkecimpung dengan rutinitas wajib yakni belajar. Betapa tidak, mulai pagi hingga sore hari yang kita lakukan hanya menerima materi yang diberikan guru dengan cara yang statis. Untuk itu kelas sebagai tempat kita menimba ilmu setidaknya dapat dikonsep secara nyaman dan menyenangkan agar proses belajar mengajar dapat terjalin secara baik dan seimbang. Beberapa cara mungkin dapat kita lakukan untuk memperindah ruangan kelas juga mengatur tata letak bangku siswa, guru dan mungkin dapat mengecat sebagian kelas dengan tema tertentu. Bukan hanya pengaturan tata letak saja. Namun juga keharmonisan antar teman dapat dipererat dengan mengatur jadwal jaga piket dan 7K. Seperti halnya kelas XII IPA 5 yang memiliki nama beken D’Last Iman yang juga menyuguhkan tema Wayang dan Batik Tradisional. Pengaturan jadwal jaga piket dan 7K juga sudah terlaksana hingga kini XII IPA 5 dapat menjadi kelas yang solid tanpa membeda-bedakan status sosial. Hal ini dapat terlihat dari beberapa event yang pernah diikuti seperti lomba Mendekor kelas demi mendukung lomba UKS yang akhirnya juara 3 diraih oleh D’Last Iman. Selain lomba yang dapat dimenangkan oleh D’Last Iman, kelas ini juga tengah menjadi kelas yang unggul dalam beberapa prestasi akademik yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi juga TI. Keharmonisan dalam kelas yang terjalin selama ini bukan lepas dari semua masalah, namun karena kelas IPA 5 juga banyak mendapat kritik pedas dan beberpapa masalah perbedaan pendapat, Kelas IPA 5 kini menjadi kelas yang kompak dan saling ketergantungan satu sama lain. Ini mendorong juga sifat toleransi sesama siswa. Keharmonisan seperti inilah yang menjadikan suatu kelas nyaman dan tentunya dapat terjalin rasa saling memiliki. Kenyamanan dalam kelas juga dapat tercipta dengan adanya kebersihan. Kebersihan kelas yang seyogyanya harus dijada oleh seluruh warga kelas dapat tercipta jika hanya adanya kesadaran dari dalam diri. Bukan hanya jadwal jaga piket saja yang harus digalakkan namun rasa ingin hidup bersih juga harus ditingkatkan. Untuk itu sekolah RSBI pertama di Mojokerto ini menggalang lingkungan Adiwiyata yang tahun kemarin menyabet juara nasional. Demi mendukung semua kegiatan pencanangan sekolah ini, dilakukannya jum’at bersih. Kegiatan semacam ini dapat berjalan secara optimal karena kerja sama dari seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, seluruh kelas wajib memiliki tanaman yang menunjang terciptanya lingkungan hijau. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik oleh seluruh siswa.